Mitos Dibalik Keindahan Candi Prambanan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Candi Prambanan terletak terletak di Dusun Karangasem, Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Candi ini termasuk Situs Warisan Dunia UNESCO, candi Hindu terbesar di Indonesia, serta salah satu candi terindah di Asia Tenggara. Namun dibalik keindahannya ini, candi prambanan memiliki mitos yang beredar di masyarakat.

Arsitektur bangunan ini memiliki bentuk yang tinggi dan ramping, sesuai dengan arsitektur Hindu pada umumnya. Candi Siwa sebagai candi utama memiliki ketinggian hingga 47 meter yang berada di tengah kompleks gugusan candi-candi yang lebih kecil. Karena merupakan salah satu candi termegah di Asia Tenggara, menjadikan Candi Prambanan ini memiliki daya tarik untuk dikunjungi wisatawan mancanegara.

Mitos Mengenai Candi Prambanan

Siapa sih yang tidak mengenal Candi Prambanan? Yaps, candi ini terkenal akan kisah legendanya tentang seorang putri yang bernama Roro Jonggrang. Mitos ini sudah ada sejak zaman dulu dan diceritakan secara turun temurun oleh masyarakat yang tinggal di sekitar Candi Prambanan. Untuk anda yang penasaran bagaimana kisah turun temurun ini, mari simak ceritanya.

Awal Mula Kisah

Di kisahkan kerajaan Boko menyerang kerajaan Pengging. Untuk melawan para penjajah, Prabu Damar Moyo (Raja Pengging) mengirim anaknya yang bernama Bandung Bondowoso untuk melawan Prabu Boko (Raja Boko). Bandung Bondowoso berhasil melumpuhkan Prabu Boko. Kemudian Patih Gupolo, asisten dari Raja Boko ini kembali ke kerajaan Boko untuk memberi tahu putri Roro Jonggrang.

Bandung Bondowoso tidak tinggal diam, ia melanjutkan serangan ke kerajaan Boko. Di sana ia bertemu dengan putri Roro Jonggrang dan jatuh cinta kepadanya. Lalu Bandung Bondowosopun melamar sang putri, namun putri Roro Jonggrang menolak. Pada akhirnya putri Roro Jonggrang memutuskan untuk setuju, tetapi dilengkapi dengan dua syarat.

Kompleks Candi Sewu, Sumber : kebudayaan.kemdikbud.go.id
Kompleks Candi Sewu, Sumber : kebudayaan.kemdikbud.go.id

Syarat dari Roro Jonggrang

Syarat pertama, Bandung Bondowoso harus membangun sebuah sumur yang bernama Jalatunda. Kemudian untuk syarat yang kedua, ia harus membangun seribu candi dalam waktu semalam. Bandung Bondowosopun menyanggupi syarat yang diberikan sang putri kepadanya. Dengan kekuatan supranatural yang dimilikinya, Bandung Bondowoso berhasil membangun sumur Jalatunda dengan cepat.

Sang putri mulai khawatir, kemudian ia mengelabui Bandung Bondowoso dengan masuk ke dalam sumur. Lalu Patih Gupolo menguburnya dengan batu. Tetapi pangeran Bandung Bondowoso berhasil melarikan diri. Untuk syarat membangun seribu candi, Bandung Bondowoso memanggil bala bantuan makhluk gaib untuk membantunya. Dengan bantuan iblis ini, Bandung Bondowoso berhasil membangun 999 candi.

Roro Jonggrang Berubah Menjadi Batu

Pada saat Bandung Bondowoso memulai pembangunan candi terakhir, sang putri tidak tinggal diam untuk menggagalkan Bandung Bondowoso. Roro Jonggrang meminta bantuan kepada para pelayan untuk menyalakan api di timur dan mulai menumbuk nasi, sebuah kebiasaan yang menandakan datangnya pagi. Hal tersebut membuat pasukan iblis takut dan melarikan diri.

Mengetahui trik yang dilakukan sang putri inipun membuat Bandung Bondowoso marah dan mengutuknya menjadi patung batu. Patung Roro Jonggrang inilah yang menjadi candi ke seribu, melengkapi seribu candi yang ia bangun sebagai syarat untuk menikahi Roro Jonggrang.

Menurut ceritanya, patung Roro Jonggrang ini berada di ruang utara candi Prambanan. Patung Durga, istri dewa Siwa inilah yang dianggap oleh masyarakat sebagai Roro Jonggrang. Bahkan hingga saat ini, tempat patung Durga berada tersebut dikenal dengan Candi Roro Jonggrang. Kemudian untuk total 999 candi yang dibangun oleh Bandung Bondowoso dikenal dengan sebutan Candi Sewu.

Patung Roro Jonggrang, Sumber : borobudursunrise.net

Pembangunan Candi Prambanan Menurut Sejarah

Mitos dengan sejarah tentu saja berbeda, sekarang mari membahas dari segi sejarahnya. Candi Prambanan dibangun abad ke-9, pada masa pemerintahan Sri Maharaja Rakai Pikatan dari Kerajaan Mataram kuno. Hal tersebut terungkap berdasarkan prasasti Sivargha, yang ditulis langsung oleh Sri Maharaja Rakai Pikatan.

Sejarah juga mencatat bahwa Prambanan sempat tidak terurus, setelah pindahnya istana Kerajaan Mataram ke Jawa Timur sekitar tahun 928. Tidak hanya itu saja, kompleks Candi Prambanan sempat porak-poranda akibat dari bencana gempa bumi pada abad ke-16 yang menyebabkannya tertimbun material.

Reruntuhan Candi Ditemukan Kembali

Setelah beratus-ratus tahun, barulah reruntuhan candi ini ditemukan kembali. Pada saat itu belum diketahui sejarah dari candi ini, sehingga terciptalah legenda mengenai Roro Jonggrang yang diceritakan turun temurun. Kompleks candi ditemukan oleh Colin Mackenzie seorang staf dari Sir Thomas Stamford Raffles, Gubernur Jenderal Hindia Belanda Timur asal Inggris yang berkuasa sejak 1811 hingga 1816.

Saat itu Colin Meckenzie ingin membangun kembali reruntuhan Prambanan, dan sudah mendapatkan perintah dari Sir Thomas untuk penyelidikan lebih lanjut. Namun rencananya tidak berhasil secara sempurna karena masih banyak reruntuhan candi yang masih tertimbun.

Potret Candi Prambanan sebelum dipugar, Sumber : olympics30.com
Potret Candi Prambanan sebelum dipugar, Sumber : olympics30.com

Pemugaran Candi Prambanan

Upaya pemugaran Candi Prambanan secara serius dilakukan mulai tahun 1930-an, serta pemugaran candi utama baru selesai pada tahun 1953. Pemugaran tersebut dilakukan pada era Presiden Soekarno yang juga berkesempatan untuk meresmikannya.

Ada bagian candi yang direstorasi, menggunakan batu baru. Alasannya karena batu-batu asli dari candi banyak yang dicuri atau dipakai ulang untuk tempat lain. Sebuah candi hanya akan direstorasi apabila memiliki minimal 75% batu asli yang masih ada. Oleh karena itu, banyak candi-candi kecil yang tidak dibangun ulang dan hanya nampak fondasinya saja.

Saat ini candi Prambanan termasuk dalam Situs Warisan Dunia yang dilindungi oleh UNESCO, status ini diberikan pada tahun 1991. Ada beberapa bagian candi Prambanan yang direstorasi untuk memperbaiki kerusakan, akibat gempa Yogyakarta yang terjadi pada tahun 2006 lalu. Gempa tersebut telah merusak sejumlah bangunan serta patung yang ada di kompleks Candi Prambanan.

Keindahan Candi Prambanan, Sumber : duaistanto.com
Keindahan Candi Prambanan, Sumber : duaistanto.com

Apabila anda ingin mencoba wisata alam yang menantang adrenalin, maka anda bisa pergi ke Lava Tour Merapi yang ada di Wisata Kaliurang nih. Di sana anda akan diajak mengelilingi area Gunung Merapi menggunakan mobil jeep yang sudah pasti seru. Untuk detail informasi mengenai Lava Tour Merapi ini, anda dapat menghubungi kontak yang ada di laman website kami.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan mengenai mitos yang ada di Candi Prambanan. Semoga informasi di atas dapat bermanfaat dan menambah wawasan anda. Anda juga bisa mengetahui apa saja paket lava tour yang kami tawarkan untuk anda. Jangan lewatkan wisata baru di Jogja ini ya, rasakan sensasi yang seru dan menegangkan mengelilingi Gunung Merapi.

Leave a Replay

About Me

Wisata touring di Lereng Merapi menggunakan jeep terbuka sekaligus menyaksikan pemandangan yang beragam seperti Gunung Merapi yang berdiri dengan megahnya. Semua hal ini mampu membuat Anda kagum terhadap kebesaran Sang Pencipta.

Recent Posts

Videos

Play Video

Navigation

Ikuti Kami

© Copyright​ 2019 - 2021. All rights reserved​. Lava Tour Merapi Jogja. Design By Amtra Digital.